19/05/2026
Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Dzulhijah
Adapun keutamaan beramal di sepuluh hari pertama Dzulhijah diterangkan dalam hadits Ibnu โAbbas radhiyallahu โanhuma berikut,
ยซ ู
ูุง ู
ููู ุฃููููุงู
ู ุงููุนูู
ููู ุงูุตููุงููุญู ูููููุง ุฃูุญูุจูู ุฅูููู ุงูููููู ู
ููู ููุฐููู ุงูุฃููููุงู
ู ยป. ููุนูููู ุฃููููุงู
ู ุงููุนูุดูุฑู. ููุงูููุง ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ูููุงู ุงููุฌูููุงุฏู ููู ุณูุจูููู ุงูููููู ููุงูู ยซ ูููุงู ุงููุฌูููุงุฏู ููู ุณูุจูููู ุงูููููู ุฅููุงูู ุฑูุฌููู ุฎูุฑูุฌู ุจูููููุณููู ููู
ูุงูููู ููููู
ู ููุฑูุฌูุนู ู
ููู ุฐููููู ุจูุดูููุกู ยป.
โTidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).โ Para sahabat bertanya: โTidak p**a jihad di jalan Allah?โ Nabi shallallahu โalaihi wa sallam menjawab, โTidak p**a jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.โ[1]
Dalil lain yang menunjukkan keutamaan 10 hari pertama Dzulhijah adalah firman Allah Taโala,
ููููููุงูู ุนูุดูุฑู
โDan demi malam yang sepuluh.โ (QS. Al Fajr: 2). Di sini Allah menggunakan kalimat sumpah. Ini menunjukkan keutamaan sesuatu yang disebutkan dalam sumpah.[2] Makna ayat ini, ada empat tafsiran dari para ulama yaitu: sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah, sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, sepuluh hari pertama bulan Ramadhan dan sepuluh hari pertama bulan Muharram.[3] Malam (lail) kadang juga digunakan untuk menyebut hari (yaum), sehingga ayat tersebut bisa dimaknakan sepuluh hari Dzulhijah.[4] Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan bahwa tafsiran yang menyebut sepuluh hari Dzulhijah, itulah yang lebih tepat. Pendapat ini dipilih oleh mayoritas pakar tafsir dari para salaf dan selain mereka, juga menjadi pendapat Ibnu โAbbas.