31/08/2020
ANUGERAH DI PERJALANAN
~ Muhtar Fatony
Selama ini saya mengenal sosok Pak Jamil Azzaini (yang sering dipanggil Kek Jamil) hanya dari kejauhan maklumlah saya belum pernah ikut training beliau. Mulai interaksi langsung saat IG3 (Internasional Gathering 3 PPA) di Jogjakarta ketika Launching SSA (speaker spiritual Academy). Tapi hari kemarin, 13 Agustus 2020 menjadi hari anugerah berlimpah bagi kami di tengah meeting d Jakarta. Ada tambahan energi baru dalam entitas kami di saat sedang merangkai narasi cita-cita dan membangun perjuangan peradaban, beliau ingin membersamai kafilah ini. Beliau adalah Keluarga baru dalam perjuangan, anugerah baru di perjalanan.
Anugerah. Karena sosok yang sudah di puncak kapasitas dan kemampuan jejaring masih mau duduk dan memilih berjuang bersama disini. Seorang CEO Kubik Leadership pakar personal development yg juga memiliki 20 institusi dan pengalaman yang tidak diragukan lagi dalam membangun institusi dan mencetak para leader. Betul-betul Allah datangkan di perjalanan ini.
"Jika ini adalah bentuk cintaNya Allah, maka Allah akan memampukanmu dengan Cara-Nya, dan diantara bentuk pertolongan Allah ketika kapasitasmu terbatas maka Allah akan mengirim orang-orang yg tulus membersamaimu dalam perjalanan perjuangan ini". ~ Muhtar
Dari sini, saya merenung, pada akhirnya *ketulusan (sincerity), humbleness (kerendahan hati) dan loving kindness (cinta)-lah* yang membuat diikatkan hati untuk bersama, dan ketulusan dakwah lah yg membuat tetap bersama atau tanpa itu maka bersiaplah terlepas.
"Dakwah ini punya cara tersendiri yang unik untuk menyeleksi orang-orang di dalamnya apakah tetap bersama, lepas dari entitas dakwah atau menarik orang-orang di luar untuk bersama bergerak". ~ Muhtar
Kembali ke Pak Jamil Azzaini, di usia 52 tahun beliau brapa hari yang lalu menyampaikan untuk bergerak bersama ini. "Waktunya sisa usia saya akan fokus pada 4 hal, membersihkan hati, kedua terus berdakwah di jalan profesional, ketiga mencetak para leader peradaban dan yang keempat ingin membangun peradaban dan ingin support siapapun yang membangun peradaban. Dan saya telah putuskan untuk siap menjadi bagian dari peradaban yang dibangun ini. Silahkan juga dimanfaatkan di sisa usia saya, karena dalam perjalanan hidup saya dulu tidak lepas dari kekeliruan-kekeliruan, mengejar pop**aritas, buat apa pop**aritas kalau pada akhirnya Allah ga sayang, intinya saya siap untuk jadi karyawannya Allah saja (Employee of Allah) ".
Sila baca tulisan terbaru Kek Jamil di https://www.jamilazzaini.com/menjadi-karyawan-allah-swt/
Dan hari hari setelah ini seperti mendapat kucuran energi bergerak untuk membangun PeradabanEOA. Ada orang orang yang tersingkir lepas dari barisan namun ada p**a orang orang yang Allah hadirkan. Kita hanya menjalani takdir pertolonganNya dengan terus menjaga track keberhambaan dan terus bergerak menyebarkan kabaikan.
Kawan, pekerjaan ini adalah pekerjaan besar, karena kita telah berikrar bukan membangun dan mengajak pada pengaruh diri, membesarkan nama diri, memperbesar cahaya diri (ilayya), atau mengajak membesarkan kelompoknya, ego-entitas (ilaina) tapi berikrar untuk mengajak membesarkan 'Kerajaan-Nya Allah', (ilalLaah).. Bersama menolong agama Allah... Dengan menjadi sebenarnya Employee of Allah.
Kita ini sebenarnya tidak bisa bertahan lama jika tidak berjamaah, tapi jamaah tetap akan berjalan dengan tanpa kita, dia tetap bergerak walau dengan yang lain.
Saatnya Bergerak!
Jangan merasa lemah dan kalah kawan!!
Kemarin, saat perjalanan menuju rumah salah satu tokoh nasional untuk bersilaturahmi, di dalam mobil saya membaca sedikit sejarah sosok Malik bin Dinar. Lelaki ini ternyata pernah mencari perhatian (cari muka) kepada para pengurus salah satu masjid besar dimana ia tinggal. Satu tahun lebih ia melaku...