Healthy Food Yogyakarta

Healthy Food Yogyakarta Need Health dan't Need Help

21/08/2023
The Culinary Saturday..Menambahkan lagi khasanah kuliner di Jogja yang memang sudah sangat beragam dan dikenal orang ban...
04/06/2016

The Culinary Saturday..

Menambahkan lagi khasanah kuliner di Jogja yang memang sudah sangat beragam dan dikenal orang banyak khususnya para traveller, berlokasi di Jl Piyungan Prambana Km 5 yaitu Soto Bathok Pak To Spesial Ayam Kampung. Dengan harga yang sangat terjangkau hanya Rp 5000 kita sudah menikmati Soto dimana tempat penyajian menggunakan batok kelapa yang menghasilkan rasa khas. Monggo kalo mau mencicipi, rasanya maaakkk nnnyuuuusss....!!! Happy week end.. brosist...

Adisucipto airport - Sri Gethuk Tour  SMKN 4 YOGYAKARTAEksotisme Grand Canyon di daerah utara Arizona, Amerika Serikat t...
12/05/2016

Adisucipto airport - Sri Gethuk Tour SMKN 4 YOGYAKARTA

Eksotisme Grand Canyon di daerah utara Arizona, Amerika Serikat tentunya tak bisa disangkal lagi. Grand Canyon merupakan bentukan alam berupa jurang dan tebing terjal yang dihiasi oleh aliran Sungai Colorado. Nama Grand Canyon kemudian diplesetkan menjadi Green Canyon untuk menyebut obyek wisata di Jawa Barat yang hampir serupa, yakni aliran sungai yang membelah tebing-tebing tinggi. Gunungkidul sebagai daerah yang sering diasumsikan sebagai wilayah kering dan tandus ternyata juga menyimpan keindahan serupa, yakni hijaunya aliran sungai yang membelah ngarai dengan air terjun indah yang tak pernah berhenti mengalir di setiap musim. Air terjun tersebut dikenal dengan nama Air Terjun Sri Gethuk.

Terletak di Desa Wisata Bleberan, Air Terjun Sri Gethuk menjadi salah satu spot wisata yang sayang untuk dilewatkan. Untuk mencapai tempat ini Anda harus naik kendaraan melewati areal hutan kayu putih milik PERHUTANI dengan kondisi jalan yang bervariasi mulai dari aspal bagus hingga jalan makadam. Memasuki Dusun Menggoran, tanaman kayu putih berganti dengan ladang jati yang rapat. Sesampainya di areal pemancingan yang juga berfungsi sebagai tempat parkir, terdapat dua pilihan jalan untuk mencapai air terjun. Pilihan pertama yakni menyusuri jalan setapak dengan pemandangan sawah nan hijau berhiaskan nyiur kelapa, sedangkan pilihan kedua adalah naik melawan arus Sungai Oya. Tentu saja YogYES memilih untuk naik rakit sederhana yang terbuat dari drum bekas dan papan.

Perjalanan menuju Air Terjun Sri Gethuk pun dimulai saat mentari belum naik tinggi. Pagi itu Sungai Oya terlihat begitu hijau dan tenang, menyatu dengan keheningan tebing-tebing karst yang berdiri dengan gagah di kanan kiri sungai. Suara rakit yang melaju melawan arus sungai menyibak keheningan pagi. Sembari mengatur laju rakit, seorang pemandu menceritakan asal muasal nama Air Terjun Sri Gethuk. Berdasarkan cerita yang dipercayai masyarakat, air terjun tersebut merupakan tempat penyimpanan kethuk yang merupakan salah satu instrumen gamelan milik Jin Anggo Meduro. Oleh karena itu disebut dengan nama Air Terjun Sri Gethuk. Konon, pada saat-saat tertentu masyarakat Dukuh Menggoran masih sering mendengar suara gamelan mengalun dari arah air terjun.

Tak berapa lama menaiki rakit, suara gemuruh mulai terdengar. Sri Gethuk menanti di depan mata. Bebatuan yang indah di bawah air terjun membentuk undak-undakan laksana tepian kolam renang mewah, memanggil siapa saja untuk bermain di dalam air. YogYES pun turun dari rakit dan melompati bebatuan untuk sampai di bawah air terjun dan mandi di bawahnya. Kali ini rasanya seperti berada di negeri antah berantah di mana air mengalir begitu melimpah. Air mengalir di sela-sela jemari kaki, air memercik ke seluruh tubuh, air mengalir di mana-mana. Seorang kawan tiba-tiba berteriak "Ada pelangi!". Saat menengadah, selengkung bianglala nan mempesona menghiasi air terjun. Sesaat YogYES merasa menjadi bidadari yang berselendangkan pelangi. (Sumber www.yogyes.com)

Candi CethoWarisan Leluhur di lereng barat Gunung Lawubangunan Candi Cetho yang berlokasi dilereng barat Gunung Lawu, te...
25/01/2016

Candi Cetho

Warisan Leluhur di lereng barat Gunung Lawu

bangunan Candi Cetho yang berlokasi dilereng barat Gunung Lawu, tepatnya di desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Propinsi Jawa Tengah ini memiliki ukuran panjang 190 m dan lebar 30 m dan berada di 1496 dpl.

Candi Cetho berlatar belakang agama Hindu. Pola halamannya berteras dengan susunan 13 teras meninggi kearah puncak. Bentuk bangunan berteras mirip dengan bentuk punden berundak masa prasejarah.

Prasasti dengan huruf jawa kuno pada dinding gapura teras ke VII dapat ditafsirkan peringatan pendirian tempat peruwatan atau tempat untuk membebaskan dari kutukan dan didirikan tahun saka 1397 (1475M).

Fungsi Candi Cetho sebagai tempat peruwatan juga dapat dilihat dari simbol-simbol dan mitologi yang ditampilkan oleh arca-arcanya. Mitologi yang disampaikan berupa cerita Samudramanthanadan Garudeya. Sedangkan penggambaran Phallus dan va**na dapat ditafsirkan sebagai lambang penciptaan atau dalam hal ini adalah kelahiran kembali setelah dibebaskan dari kutukan

Melestarikan dan memperkenalkan budaya, selayaknya dari usia dini... Jogja kota budaya..
24/01/2016

Melestarikan dan memperkenalkan budaya, selayaknya dari usia dini... Jogja kota budaya..

Late post... ketika aku tak sabar untuk bercumbu dengan pulau Bali..  Setelah sekian lama aku tak menjengukmu...
24/01/2016

Late post... ketika aku tak sabar untuk bercumbu dengan pulau Bali.. Setelah sekian lama aku tak menjengukmu...

Address

Yogyakarta City

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Healthy Food Yogyakarta posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share