IngatJogja

IngatJogja Ingatjogja.com adalah perusahaan Virtual yang bertujuan memberikan informasi-informasi tentang Kota

Lomba Menggambar dan Mewarnai di Maga Swalayan 3, dengan Tema Jogja Istimewa.
14/10/2012

Lomba Menggambar dan Mewarnai di Maga Swalayan 3, dengan Tema Jogja Istimewa.

Tanggal 2 Oktober adalah hari dimana UNESCO menyatakan secara resmi bahwa Batik adalah Warisan Budaya Asli Indonesia.
02/10/2012

Tanggal 2 Oktober adalah hari dimana UNESCO menyatakan secara resmi bahwa Batik adalah Warisan Budaya Asli Indonesia.

tanggal 2 Oktober adalah hari dimana UNESCO menyatakan secara resmi bahwa Batik adalah Warisan Budaya Asli Indonesia.

01/10/2012

Jadilah Pelopor TERTIB BerLaluLintas, Dan Jadikanlah KESELAMATAN Itu Suatu Kebutuhan.

================IngatJogja===================Yogyakarfest II Tampilkan Aneka Karawitan==================================...
20/09/2012

================IngatJogja===================

Yogyakarfest II Tampilkan Aneka Karawitan

==========================================

Event spektakuler Yogyakarfest II (Yogyakarta Karawitan Festival) akan dihelat di Kampus ISI Yogyakarta, Jalan Parangtriris, Sewon, Bantul, Sabtu (22/19) hingga Senin (24/9) mendatang. Dalam acara tersebut sejumlah pertunjukkan kesenian tradisional akan ditampilkan, bahkan sejumlah peserta dari luar negeri turut ambil bagian dalam ajang yang digelar untuk kali kedua ini.

Perhelatan ini dibagi dalam empat sesi. Event akbar diawali dengan bedah buku 'Nembang Dolanan' pada Sabtu (22/9) di ISI Yogyakarta. Kompetisi Solo Gender digelar Minggu (23/9) mulai pukul 10.00 WIB. Sementara kompetisi gadhon juga digelar Minggu (23/9) malam mulai 19.00 WIB, sedangkan puncak digelar Senin (24/9) malam dengan pentas seni karawitan.

Ketua Panitia Yogyakarvest II ISI Yogyakarta 2012, Drs Siswadi MHum mengatakan, dalam ajang Yogyakarfest bertajuk 'Kono Kene Karawitan' akan menampilkan seni karawitan dari berbagai daerah seperti Banyumas, Semarang, Jawa Barat bahkan Bali. “Berbagai daerah telah siap ambil bagian,” katanya di kampus ISI, Rabu (19/9).

Dijelaskan p**a, khusus kompetisi Solo Gender memperebutkan juara I hingga III dengan juri terdiri, Sukamsa S Kar MHum (ISI Surakarta), Drs Teguh MSn (ISI Yogyakarta) serta Ki Suwito Radyo (Seniman). Sementara kompetisi gadhon juga diambil tiga terbaik. Juri dalam ajang itu, KRT Saptdipuro MHum (Kasunanan Surakarta), Supardi S Kar MSn (ISI Surakarta) serta Drs P Suparto MA (ISI Yogyakarta).

Sumber : KRJogja.com

http://www.ingatjogja.com/news/84/Yogyakarfest-II-Tampilkan-Aneka-Karawitan

================IngatJogja===================200-an Keris Ramaikan Borobudur==========================================Pa...
20/09/2012

================IngatJogja===================

200-an Keris Ramaikan Borobudur

==========================================

Pameran dan sarasehan tosan aji digelar di Pendapa Kwarcab Pramuka Kabupaten Magelang di Borobudur, Rabu (19/9). Pembukaan pameran dan sarasehan dilakukan Bupati Magelang Ir H Singgih Sanyoto, diantaranya dengan memukul gong.

Pada kesempatan ini Bupati Magelang juga menyerahkan keris kepada Ahmad Sofyan, Ketua Paguyuban Satuhu Memetri Budaya Tosan Aji Magelang (Satriatama) Kabupaten Magelang. Usai membuka, Bupati Magelang juga saksikan beberapa keris yang ikut dipamerkan.

Kegiatan ini diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang bekerjasama dengan Paguyuban Satriyatama. Sebelum dibuka, diadakan kirab budaya, demo jamasan tosan aji, pentas seni tradisional dan bursa.

Ahmad Sofyan mengatakan keris yang dipamerkan ada 200-an keris, baik dari zaman Majapahit sampai yang terbaru. Ia juga menyambut baik keberadaan pameran ini karena didukung Pemda yaitu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang.

Kegiatan ini diadakan setiap tahun untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang cara-cara pemeliharaan keris yang benar supaya tidak rusak. Kegiatan pameran tosan aji diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari Magelang, Purworejo, Wonosobo, Temanggung, dan Yogyakarta.

Sumber : KRJogja.com

http://www.ingatjogja.com/news/83/200-an-Keris-Ramaikan-Borobudur

Brosur Promo Maga Swalayan
18/09/2012

Brosur Promo Maga Swalayan

================IngatJogja===================Warga Asing Tertarik Lakukan Edukasi di Mangunan===========================...
13/09/2012

================IngatJogja===================

Warga Asing Tertarik Lakukan Edukasi di Mangunan

==========================================

Sumber : KRJogja.com

Warga asing dari Jepang dan Korea Selatan yang tergabung dalam Indonesia Internasional Worl Camp (IIWC) tertarik melakukan edukasi bagi masyarakat Mangunan Dlingo. Edukasi dilakukan untuk pengembangan potensi yang ada di Mangunan Dlingo.

Sofa Khasani, salah satu Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan, Rabu (12/9) di Balai Desa Mangunan Dlingo menuturkan, beberapa relawan warga asing datang ke Mangunan untuk mengedukasi dalam hal ekonomi serta pariwisata bagi masyarakat lokal. Seperti mengembangkan potensi wisata yang tersedia di Bantul.

"Kami juga memberikan edukasi dengan mengadakan kelas bahasa asing untuk pemuda dan anak-anak. Selain itu kita juga mengadakan diskusi dengan pokdarwis," ujar Shofa.

Ditambahkan, untuk sementara masih memberikan berupa ide dan wawasan. "Di Dlingo sektor potensi industri kerajinan yang dikembangkan adalah kerajinan kayu dan makanan khas yakni Tiwul. Mungkin konsentrasi pengembangan dua hal ini," tuturnya lagi.

Kegiatan ini dilakukan selama 13 hari dan mereka menginap di rumah warga Salah satu warga asing dari Jepang, Shine (22) menuturkan meski kawasan tergolong tandus, Dlingo memiliki potensi wisata yang unik yakni keberadaan hutan pinus.

http://www.ingatjogja.com/news/82/Warga-Asing-Tertarik-Lakukan-Edukasi-di-Mangunan

================IngatJogja===================Malioboro Miliki 2 Papan Nama==========================================Sumb...
04/09/2012

================IngatJogja===================

Malioboro Miliki 2 Papan Nama

==========================================

Sumber : KRJogja.com

Kantor UPT Malioboro menerima banyak mas**an terkait pemasangan papan nama baru lantaran tidak mencantumkan tulisan jawa. Oleh karena itu, pihaknya akan memasang dua papan nama Jalan Malioboro, yakni tipe lama dan tipe baru.

Menurut Kepala UPT Malioboro Syarif Teguh, dua papan nama tersebut memiliki makna yang berbeda. Papan baru merupakan papan kawasan Malioboro sedang papan lama merupakan penunjuk Jalan Malioboro, sehingga papan lama yang memiliki aksen jawa juga tetap terpasang.

Papan kedua merupakan motif baru hasil Corporate Social Responsibility atau CSR dari salah satu perusahaan fashion di Yogyakarta. "Dua-duanya itu akan kami pasang. Yang lama itu di sebelah timur dan yang baru di sebelah barat," jelasnya di Yogyakarta, Senin (3/9).

Karena sebagai papan nama kawasan, maka konsep papan tersebut dibuat dengan landasan filosofis. Tulisan Malioboro sengaja warna-warni karena unsur keberagaman yang ada di Malioboro, serta bentuk papan yang berupa gedung dengan tulisan 1755 sebagai tanda awal mula kawasan Malioboro saat perjanjian Giyanti.

Selain menyangkut papan nama, beberapa hal yang menjadi keluhan warga terkait dengan rumput tanaman yang kini gersang dan sebagian mati. Untuk itu, sembari menunggu proses penataan tahap kedua, kini pihaknya juga akan melakukan normalisasi dari tahap pertama. Yakni penyempurnaan rumput supaya hidup kembali serta mengawal pembuatan pergola yang dibangun di sisi timur Jalan Malioboro.

http://www.ingatjogja.com/news/79/Malioboro-Miliki-2-Papan-Nama

================IngatJogja===================UU Keistimewaan Jogja Disahkan, 10 Orang Cukur Gundul======================...
04/09/2012

================IngatJogja===================

UU Keistimewaan Jogja Disahkan, 10 Orang Cukur Gundul

==========================================


Sumber : Jogja.Tribunnews.com

Sepuluh orang anggota elemen masyarakat pendukung keistimewaan DIY melakukan potong rambut bersama di tengah Alun Alun Selatan Yogyakarta, Minggu (2/9/2012) sore. Kegiatan ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur setelah Undang Undang Keistimewaan (UUK) disahkan melalui sidang paripurna DPR RI, Jumat pekan lalu.

Satu diantara peserta potong rambut massal ini adalah wanita bernama Titik Handriyanti. Berbeda dengan sebagian besar peserta lain yang menggunduli rambutnya, Titik hanya sedikit memotong rambut sebagai bentuk simbolisasi.

"Saya ikut potong rambut sebagai bentuk nyengkuyung UUK yang bertahun-tahun diperjuangkan ternyata telah disahkan. Sebenarnya spontan saja, tidak ada niat ikut potong rambut sebelumnya," tutur wanita yang sedikit memotong bagian depan rambutnya ini.

Hampir semua peserta kegiatan ini menggunduli rambutnya dengan bantuan panitia yang menyediakan alat seperti gunting dan pisau cukur. Di tengah panasnya terpaan sinar matahari sore, para peserta tetap antusias mengikuti acara yang dikoordinir oleh Sekber Keistimewaan DIY.

Awalnya, sepuluh orang peserta tetap telah menjadi relawan untuk digunduli kepalanya. Diantaranya adalah Mbah Sukir dari Paguyuban 41, Bambang Narto dari elemen pemuda, Joni Iskandar dari Komunitas UMKM, Tokoh Masyarakat Jawa Barat Ki Demang, Den Susilo, Nuke dan Sigit. Namun, kemudian beberapa masyarakat yang berada di lokasi secara spontan meramaikan acara ini dengan ikut memotong rambut.

"Memang sebelumnya ada nadzar yang diucapkan, apabila UUK disahkan akan ada acara menggunduli rambut bareng-bareng. Alun Alun Selatan dipilih karena menjadi salah satu simbol Yogyakarta," ujar Ketua Sekber Keistimewaan DIY, Widihasto Wasana Putra.

http://www.ingatjogja.com/news/78/UU-Keistimewaan-Disahkan-10-Orang-Cukur-Gundul

================IngatJogja===================Pawai 'Bedhol Keprajan' Kotagede Sertakan Gajah Kraton ====================...
01/09/2012

================IngatJogja===================

Pawai 'Bedhol Keprajan' Kotagede Sertakan Gajah Kraton

==========================================

Sumber : KrJogja.com

Gajah Kagungan Dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat akan ikut menyemarakkan pawai arak-arakan “Bedhol Keprajan” yang dilangsungkan dengan start di Lapangan Karang Kotagede dan finish di Situs Batu Canteng, Kampung, Dalem, Kotagede, Yogyakarta, Jumat sore (7/9) mendatang.

“Arak-arakan Bedhol Keprajan ini mengawali Pekan Wisata Budaya Kotagede 2012 yang akan berlangsung selama tiga hari 7-9 September di berbagai lokasi di Kotagede,” papar Erwito Wibowo, Koordinator Arak-arakan “Bedhol Keprajan “ dalam rilisnya kepada KRjogja.com, Jumat (31/8).

Menurut Erwito dalam kegiatan yang akan melibatkan sejumlah bregada dari kampung di Kotagede memang akan menghadirkan perjalanan Ki Gede Pemanahan, Danang Sutawijaya, Ki Juru Martani dan segenap keluarganya yang pindah dari kerajaan Pajang ke tanah yang dijanjikan yang masih berupa hutan yang bernama Mentaok.

Dan perjalanan sejarah nantinya yang menjadikan, hutan Mentaok itu jadi Mataram. Yang kemudian menjadi kerajaan yang pernah besar di nusantara. Empat kerajaan di Jawa Tengah yaitu Kasultanan Yogyakarta, Kasunanan Surakarta, Pura Mangkunegaran dan Pura Pakualam cikal bakalnya dari Mataram.

“Dalam pawai nanti para tokoh besar seperti Ki Gede Pemanahan, Nyi Ageng Nis, Danang Sutawijaya yang kelak jadi Panembahan Senopati akan dihadirkan. Juga berbagai pusaka, para bregada pengawal, bregada ulama dan sebagainya yang nantinya akan digarap para seniman Kotagede seperti Berbudi Anjarwani , Basis Hargito dan sebagainya,” tambahnya.

Sejumlah komunitas seni di kampung seperti dari Basen, Bumen, Alun-alun dan Singosaren juga siap untuk mendukung kegiatan ini. Juga marching band SMP Muhammadiyah VII Kotagede, dan sejumlah komunitas kesenian lainnya. Selama tiga hari juga akan digelar berbagai pentas seni dan bazaar di sejumlah tempat di Kotagede. “Kegiatan ini rencananya akan kami tradisikan setiap tahun sekali,” tandas Erwito.

http://www.ingatjogja.com/news/77/Pawai-Bedhol-Keprajan-Kotagede-Sertakan-Gajah-Kraton

================IngatJogja===================Penyebab Hiu Paus Terdampar di Indonesia===================================...
08/08/2012

================IngatJogja===================

Penyebab Hiu Paus Terdampar di Indonesia

==========================================

Sumber : TEMPO.CO , Bantul

Terdamparnya dua ekor hiu tutul atau hiu paus (whale shark) di Pantai Pandansimo dan Pantai Pelangi, Bantul diperkirakan akibat terjebak tekstur karang pesisir selatan Jawa yang tak rata. Teori ini diungkapkan oleh Donan Satria Yudha, pengajar di Laboratorium Sistematika Hewan, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada.

Menurut dia pada periode Mei hingga Juli merupakan masa reproduksi hewan laut yang hidup di karang dan koral. Pada masa ini banyak sperma biota laut terlepas di sekitar karang sehingga mengundang ikan-ikan kecil dan plankton mendatanginya karena ini sumber makanan berlimpah.

"Sementara hiu tutul atau hiu paus makanannya adalah ikan kecil dan plankton itu, makanya pasti ikan-ikan besar ini mendekati kawasan sekitar karang periode Mei sampai Juli," kata Donan kepada Tempo, Ahad, 5 Agustus 2012.

Periode ini, kata dia, ternyata bertepatan dengan menurunnya suhu kutub bumi, baik di selatan maupun utara, sehingga membuat rombongan whale shark ramai-ramai pergi ke perairan di tengah bumi untuk mencari kawasan yang lebih hangat.

Maka, lanjut dia, wajar banyak nelayan pesisir selatan jawa melihat gerombalan hiu bernama latin Rhyncodon Typus ini saat melaut ke tengah. Ikan ini s**a berpindah-pindah tergantung banyak makanan dan kehangatan suhu perairan. "Mereka kosmopolitan, makanya selama ini sering muncul di laut selatan atau laut banda, tapi kemudian menghilang," kata Donan.

Saat hiu-hiu whale shark mendekati kawasan tumbukan karang di pesisir selatan Jawa inilah mereka mudah terdampar ke pantai. Kata Donan, morfologi karang pesisir selatan bergelombang atau sebagian menggunung dan lainya menurun membentuk palung dan lembah karang. "Kalau air pasang hiu ini bisa sampai ke lembah karang pesisir selatan, tapi saat air surut mereka pasti susah balik ke tengah karena badannya besar," Donan menjelaskan.

Donan menambahkan, hiu yang bukan tipe predator ganas tersebut mudah terseret ombak ke pantai saat mencoba kembali ke tengah laut sesudah mencari makan di lembah-lembah karang pesisir selatan Jawa.

Malangnya, kata Donan, meski hiu ini bisa membesar badannya seperti ikan paus sehingga disebut p**a hiu paus, spesies whale shark bukan mamalia sehingga tetap bernafas dengan ingsang seperti ikan biasa. "Ikan ini mudah lemas kalau sudah terseret ombak ke sekitar pesisir yang dangkal, akibatnya mereka mudah terdampar kalau sudah begitu," Donan menambahkan.

Kata Donan hiu yang tak bergigi tajam ini satwa langka sehingga International Union for Conservation of Nature (IUCN) memberi status vulnerable (hampir punah). IUCN, kata dia mencatat hiu spesies ini pop**asinya hanya 200 sampai 400 ekor saja di seluruh dunia.

Karena itu, Donan berpendapat, bangkai hiu ini lebih baik diawetkan untuk keperluan pendidikan dan penelitian karena kajian terhadap spesies ini masih jarang di Indonesia. Tak mengherankan, kata Donan, sebutanya di Indonesia juga bisa hiu paus (karena badan besar seperti paus), tapi juga biasa disebut hiu tutul (karena badan penuh tutul. "Tapi pengawetan butuh dana besar, kalau tidak ada dana lebih baik dikubur, jika dikonsumsi bisa mendorong persepsi publik ikan ini berkhasiat sehingga akan memicu perburuan satwa langka," ujar dia.

Pada Jumat malam kemarin, satu lagi hiu tutul atau hiu paus terdampar di Pantai Pelangi, Dusun Mancingan, Kelurahan Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul. Besar badan hiu ini hampir sama dengan ikan sejenis yang dua hari sebelumnya terdampar di Pantai Pandansimo, Kecamatan Srandakan Bantul. "Sekitar Pukul 19.00 posko kami menerima laporan warga ada ikan besar di pantai barat Parangkusumo, Setelah tengah malam sudah mendekati pantai dan masih megap-megap, tapi 4 jam kemudian mati," kata Ketua Tim Search and Rescue (SAR) Pantai Parangtritis, Ali Sutanto.

Proses evakuasi hiu ini cukup sulit mengingat volume badannya sebesar dua kali perahu nelayan. Puluhan anggota Tim SAR dan warga setempat baru bisa menarik badan hiu ke tepian pantai yang jauh dari terjangan ombak pada sekitar Pukul 11.00 Sabtu siang kemarin . "Semalaman kami coba tarik menjauh dari ombak tapi susah, terlalu berat," kata Ali.

Kini, hiu besar ini tergolek di pinggiran pantai dan menjadi tontonan ratusan warga dari sekitar kawasan Pantai Pelangi. Pantai Pelangi yang biasanya agak sepi itu pun menjadi lebih ramai dari biasanya menyamai keramaian Pantai Parangtritis di timurnya. "Nelayan menjuluki ikan ini Nagalintang," ujar Ali.

Program Manager Animal Friends Jogja (AFJ), organisasi penyayang binatang di Yogyakarta yang terus memantau peristiwa ini, mengatakan awalnya ada kesepakatan hiu di Pantai Pelangi akan ditenggelamkan. Namun, alat berupa perahu besar untuk menariknya ke tengah laut tak ada. "Senin AFJ akan berkoordinasi lagi dengan Tim SAR dan semua intansi terkait untuk membuat rencana penguburan bangkai hiu paus itu," ujar Dessy.

http://ingatjogja.com/news/75/Penyebab-Hiu-Paus-Terdampar-di-Indonesia

================IngatJogja===================Heboh...Paus Terdampar di Pantai Baru Bantul===============================...
02/08/2012

================IngatJogja===================

Heboh...Paus Terdampar di Pantai Baru Bantul

==========================================

Sumber : Vivanews.com

Masyarakat di kawasan Pantai Baru, Desa Poncosari, Kecamatan
Srandakan, Kabupaten Bantul, DIY
dikejutkan dengan terdamparnya ikan
paus seberat lebih dari 3 ton dan panjang
15 meter.

Paus berwarna hitam dan dihiasi bintik
berwarna putih tersebut masih hidup dan
bergerak-gerak. "Ikan paus tampak
menepi sekitar pukul 18.00 WIB," kata
Gambos, salah satu nelayan setempat,
Rabu 1 Agustus 2012.

Warga sekitar bersama dengan tim SAR
yang mencoba menarik paus ke tengah
laut, namun tidak berhasil. Selain
kondisinya mulai lemah, bobot paus juga
membuat proses evakuasi sulit.

Warga yang mendengar kabar adanya
paus terdampar langsung berbondong-
bondong. Sehingga lokasi menjadi sangat
ramai dikunjungi warga.

"Jalan menuju pantai sangat ramai apalagi
di bibir pantai tempat ikan terdampar,"
imbuhnya.

Suparman alias Gepeng salah seorang
anggota Tim SAR Pantai Baru
mengatakan, kondisi paus masih sangat
lemah. Sehingga kemungkinan untuk
dapat bertahan hidup sangat kecil. Meski
begitu, proses evakuasi terus dilakukan.

"Tidak ada perahu yang cukup besar
untuk menarik ikan tersebut. Apalagi
gelombang sedang pasang," katanya

Untuk malam ini, proses evakuasi
dihentikan sementara dan akan dilanjutkan
pagi hari.

Tim evakuasi bersama dengan masyarakat
terlihat masih terus berjaga-jaga agar ikan
tersebut tidak dijarah. Karena jika mengerti
maka ada bagian tubuh dari ikan itu yang
dipotong dan harganya cukup mahal.
"Yang paling mahal bagian sirip ikan paus tersebut," jelasnya.

http://ingatjogja.com/news/74/Heboh-Paus-Terdampar-di-Pantai-Baru-Bantul

Address

Yogyakarta City
55141

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when IngatJogja posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category