Kota Jogja

Kota Jogja Update info Jogja : Wisata, Kuliner, Event, Berita, dll. Promo bisnis anda makin efektif. Hub 0274 5304851 Follow IG dan Twitter : .
(1376)

KotaJogja ini merupakan media berbagai informasi nya para warga Jogja tercinta. Berbagui info wisata, berita terkini, inspiratif tentang Jogja. Kunjungi website kami di : www.kotajogja.com. Untuk Promo/Advertising kontak di : 02745304851, [email protected]

-Jogja Tetap Istimewa-

11/05/2026

Lomba Cerdas Cermat. Siswanya cerdas, jurinya gak cermat.
Kenapa sulit menerima masukan sih pak..

Sebanyak 11 bayi dievakuasi dari sebuah rumah di Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Jumat (8/5)...
11/05/2026

Sebanyak 11 bayi dievakuasi dari sebuah rumah di Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Jumat (8/5). Bayi-bayi tersebut diamankan setelah aparat kepolisian bersama sejumlah instansi terkait mendatangi lokasi.

Lurah Hargobinangun, Amin Sarjito, mengatakan aktivitas di rumah itu diperkirakan baru berjalan sekitar satu minggu. Rumah tersebut disebut milik orang tua seorang bidan yang bekerja dan memiliki klinik di kapanewon lain serta tidak berdomisili di wilayahnya.

Menurut Amin, delapan bayi dinyatakan sehat setelah diperiksa petugas puskesmas. Sementara tiga bayi lainnya diduga mengalami gangguan kesehatan dan langsung mendapat penanganan lebih lanjut.

“Kondisi bayi sebagian tidur. Diperiksa dari puskesmas juga yang 8 sehat. Yang 3 itu ada indikasi kurang sehat, ada yang kuning, kelainan jantung atau apa itu yang lebih paham dari Puskesmas,” kata Amin kepada Pandangan Jogja, Sabtu (9/5).

Ia menyebut tiga bayi telah dibawa oleh orang tuanya. Sedangkan delapan bayi lainnya dibawa ke rumah sakit dan Balai Rehabilitasi Sosial dan Pengasuhan Anak (BRSPA) di bawah penanganan Dinas Sosial Sleman.

Amin juga mengatakan pemerintah kalurahan tidak pernah menerima pemberitahuan maupun permohonan izin terkait aktivitas di rumah tersebut.

Penemuan 11 bayi ini mengungkap sejumlah fakta baru. Polisi menyebut mayoritas bayi tersebut lahir di luar pernikahan dan dititipkan kepada seorang bidan dengan berbagai alasan, mulai dari bekerja hingga masih berstatus mahasiswa.

Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, mengatakan kasus ini terungkap setelah polisi menerima informasi adanya 11 bayi yang dirawat di satu rumah oleh tiga orang. Polisi kemudian mengecek lokasi bersama sejumlah instansi terkait pada Jumat (8/5).

Dari hasil pendalaman sementara, polisi menemukan mayoritas bayi yang dititipkan berasal dari hubungan di luar pernikahan. Polisi menyebut pengembalian bayi kepada orang tua nantinya akan dilakukan secara hati-hati dengan pendampingan instansi terkait.

“Untuk bayi ini mayoritas memang terus terang di luar pernikahan. Dari pemerintah pun akan mengupayakan bagaimana status terhadap orang tua dan anaknya,” kata Mateus.

Polisi menyebut praktik penitipan bayi bermula dari seorang ibu yang melahirkan di praktik bidan di wilayah Gamping, Sleman, lalu menitipkan bayinya. Praktik tersebut kemudian berkembang hingga terdapat 11 bayi. Orang tua bayi disebut membayar biaya penitipan Rp50 ribu per hari untuk setiap anak.

Menurut polisi, rumah di Pakem hanya menjadi lokasi sementara. Praktik penitipan disebut telah berjalan sekitar lima bulan di wilayah Gamping sebelum bayi dipindahkan ke Pakem sekitar satu minggu lalu karena ada kegiatan di lokasi sebelumnya.

Polisi menyebut praktik kebidanan tersebut memiliki izin resmi, namun tidak mencakup layanan penitipan bayi.

“Untuk praktik bidannya ada izinnya, tapi untuk semacam penitipannya ini belum,” kata Mateus.

Aset:
Foto: Pandangan Jogja/Resti D, Canva
Artikel: Pandangan Jogja

05/05/2026

Momen kelulusan siswa hari (5/5) ini diwarnai dengan aksi tawuran pelajar di deket Stadion Mandala Krida Yogyakarta sekitar pukul 10.16 WIB.

Terlihat warga sekitar pun turut berupaya membubarkan aksi tawuran yang terjadi di Kota Pelajar ini.

Saat ini sudah dalam penanganan personil Polsek Gondokusuman dan Umbulharjo.

Sc

29/04/2026

Ada yang bilang warga Jogja tertib semua ya klo di jalan. Ada lampu merah berhenti. Hmm..belum liat aja sih, ya contoh seperti ini

Lokasi : Jl Hos cokroaminoto (kemarin)

29/04/2026

Kita kawal kasus ini supaya ada tindakan hukum yang tegas dan pantas. Pemilik dan pengurus Day Care harus bertanggung jawab terhadap perbuatan usaha mereka kepada adik adik balita.

Wajibkan semua daycare menyediakan CCTV yg bisa diakses orang tua. Pemda jangan merasa kecolongan. Kalau ternyata banyak sekali daycare tidak berizin itu bukan kecolongan namanya. Lebih tepatnya tidak melakukan pengawasan yg benar

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyebut ada 33 daycare di Kota Yogyakarta yang belum mengantongi izin. Temuan itu ...
28/04/2026

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyebut ada 33 daycare di Kota Yogyakarta yang belum mengantongi izin. Temuan itu diperoleh dari hasil sweeping tempat-tempat penitipan anak yang ada di Kota Yogyakarta.

Hasto menyebut, daycare yang tak berizin berada di bawah naungan TK atau PAUD yang sudah memiliki izin. Namun, pengelola belum mengurus perizinan khusus untuk daycare.

“Karena ada berapa TK dan PAUD yang kemudian dia dalam perjalanannya dia juga mengembangkan daycare. Nah, ini PAUD sama TK-nya sudah berizin, tapi daycare kan perlu pendampingan. Ada 33 (daycare) yang harusnya diurus izin,” kata Hasto ditemui usai konferensi pers di Mapolresta Yogyakarta, Senin (27/4).

Sementara itu, menurut Hasto, ada 37 daycare di Kota Yogyakarta yang sudah mengikuti standar prosedur dengan mengajukan izin dan mengikuti ketentuan.

Ke depannya, Pemkot Yogyakarta juga akan meninjau kondisi fisik daycare, seperti perbandingan antara jumlah siswa dengan kamar mandi serta sarana-sarana lainnya.

“Banyak orang-orang mengusulkan, lebih baik ke depan bisa lebih transparan ada CCTV (di daycare). Ini masukan-masukan yang bagus dan akan kami dalami,” pungkas Hasto.

Aset:
Artikel: Pandangan Jogja
Video: Pandangan Jogja/Gigih Iman AD

28/04/2026

Daycare Little Aresha di wilayah Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, digerebek polisi pada Jumat (24/4/2026) terkait dugaan praktik kekerasan dan penelantaran anak yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Kasus ini terungkap setelah seorang mantan pengasuh bertindak sebagai saksi kunci sekaligus whistleblower dan melaporkan kejadian tersebut.

Ketua KPAID Kota Yogyakarta Sylvi Dewajani menjelaskan laporan pertama diterima pada Senin (20/4/2026) dari mantan pengasuh yang bekerja sejak Januari 2026. Pelapor mengaku menyaksikan langsung praktik kekerasan dan telah mengumpulkan bukti sebelum resign. Setelah laporan diterima, KPAID berkoordinasi dengan Unit PPA Polresta Yogyakarta melakukan pengintaian dan menemukan daycare tersebut beroperasi tanpa izin resmi alias bodong.

“Awalnya dari karyawannya itu melihat bahwa perlakuan terhadap bayi atau anak yang dititip itu kurang manusiawi. Tidak sesuai dengan hati nuraninya karena mungkin ada yang dianiaya, ditelantarkan,” ujar Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia, Sabtu (25/4/2026).

Pasca-penggerebekan, sejumlah orang tua korban mulai melapor setelah menemukan luka lebam, perubahan perilaku anak, hingga kondisi anak sakit tanpa pemberitahuan pengelola. UPT PPA Kota Yogyakarta membuka posko pengaduan dan mulai melakukan asesmen serta advokasi hukum kepada korban, sementara lokasi Little Aresha telah dipasangi garis polisi dan pengelola menjalani pemeriksaan intensif di Polresta Yogyakarta.

Sc ✨

25/04/2026

Saran buat Pemerintah,
Daycare harus diwajibkan menyediakan CCTV yang orang tua bisa akses.

Karyawan yg membocorkan info ini layak diapresiasi dengan dilindungi, karena dengan informasi dia akhirnya tindakan kejam pada balita yang selama ini dilakukan para oknum daycare akhirnya terbongkar.

Aparat penegak hukum harus berani menindak tanpa tebang pilih.

Rasakan betapa istimewanya hidup ini...Syukuri semua nikmat yang telah kau dapatkan hingga saat ini...Selamat sore semua...
24/04/2026

Rasakan betapa istimewanya hidup ini...
Syukuri semua nikmat yang telah kau dapatkan hingga saat ini...

Selamat sore semua... 😊

📸
📍Tugu Yogyakarta

24/04/2026

SD Islamiyah Warungboto di Yogyakarta menjadi salah satu sekolah inklusi yang menerima siswa dengan beragam latar belakang kemampuan, baik siswa reguler maupun siswa dengan kebutuhan khusus.

“Kita pernah merekomendasikan satu siswa ke SLB. Tapi ternyata kita yang salah. Anak ini tidak bisa diterima di SLB karena terlalu pandai,” kata Kepala Sekolah SD Islamiyah Warungboto, Pudji Wahyuni Buwono kepada Pandangan Jogja pekan lalu.

Menurut Pudji, banyak orang tua sebelumnya berkonsultasi ke Unit Layanan Disabilitas (ULD) Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sebelum akhirnya diarahkan ke sekolah tersebut.

“Banyak cerita seperti itu. Mereka sampai konsultasi ke ULD (Unit Layanan Disabilitas) di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota. Lah mereka bilang, coba sekolah di SD Islamiyah Warungboto. Insyaallah bisa,” ujarnya.

SD Islamiyah Warungboto pernah menjadi percontohan sekolah inklusi di Yogyakarta dengan jumlah siswa ratusan. Kini, jumlah siswa tersisa 16 anak dengan hampir separuh merupakan siswa disabilitas, didampingi 13 guru.

Sekolah ini menerima siswa dengan berbagai kondisi seperti ADHD, slow learner, disabilitas intelektual, hingga Down syndrome ringan. Proses belajar dilakukan dalam satu kelas yang sama, dengan materi yang disesuaikan berdasarkan kemampuan masing-masing siswa.

Aset:
Video: Pandangan Jogja/Gigih Iman AD
Artikel: Pandangan Jogja

Address

Yogyakarta

Opening Hours

Monday 09:00 - 16:00
Tuesday 09:00 - 16:00
Wednesday 09:00 - 16:00
Thursday 09:00 - 16:00
Friday 09:00 - 16:00

Telephone

+622745304851

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kota Jogja posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Kota Jogja:

Share